pariwisata kabupaten situbondo

Dua Lokasi Tambang Diobrak-abrik Polisi

  Dibaca : 147 kali
Dua Lokasi Tambang Diobrak-abrik Polisi
SAMLING : Petugas pelayanan Samling saat melakukan foto SIM kepada bapak Aulia Rahman yang tidak bisa hadir ke kantor Satpas SIM Polres Situbondo akibat kecelakaan
space ads post kiri

Pihak Kepolisan Resor (Polres) Situbondo nampaknya mulai galak soal pertambangan. Keberadaan aktifitas tambang liar atau tak berijin di Situbondo mulai jadi target. Bahkan, kedepan diharapkan tidak akan ada lagi toleransi untuk aktifitas tambang liar di Kota Santri ini.

Informasi Memo X, Senin (14/03) lalu Tim Polres Situbondo telah mengamankan dua truk yang kedapatan mengangkut material tambang dari aktifitas yang diduga kuat ilegal, Kenapa ilegal? Karena menurut keterangan instansi terkait, di Situbondo hanya ada satu pengusaha tambang yang memiliki ijin. Yaitu, yang berlokasi di Kecamatan Banyuglugur, atas nama CV. Raja Nusantara.

Dua truk itu kini masih diamankan di halaman belakang Mapolres Situbondo. Masing – masing kedapatan sedang mengangkut material jenis tanah urugan, dan satu lagi material jenis batu. Bahkan, material yang diangkut kedua truk itu masih penuh.

Kabarnya, dua truk pengangkut material tambang ilegal itu, berasal dari aktifitas tambang yang berlokasi di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan. Satunya lagi, berlokasi di Desa Selowogo, Kecamatan Bungatan.

Disebut – sebut, salah satu pelaku tambang liar itu menyatakan kebal hukum. Namun faktanya, ternyata hukum tetap lebih kuat dari segalanya, termasuk dari tameng rupiah. Bahkan informasinya, saat penggerebekan lokasi tambang itu juga didampingi tim dari Polda Jatim.

Tentunya, keberanian pihak kepolisian sebagai penegak hukum kali ini perlu diacungi jempol oleh seluruh masyarkat Situbondo. Karena, pelaku tambang liar akhirnya mulai diadili. Namun, masyarakat perlu berharap lebih. Yaitu, ketegasan pihak kepolisian ini, dapat berlanjut.

Sehingga, tidak ada lagi aktifitas tambang liar yang merupakan kegiatan atau tindakan melawan hukum, yang jelas merugikan negara umunya, Kabupaten Situbondo khususnya. Baik dari dampak lingkungan, dan pendapatan pajak.

Namun sayangnya, pihak Polres Situbondo tak satu pun memberikan penjelasan terkait penggerebekan aktifitas tambang liar tersebut. Kasubag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo mengaku tidak tahu adanya penggerebekan tersebut. Pihaknya mengaku masih akan berkoordinasi dengan pihak Satuan Reskrim. (cw-1)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional