pariwisata kabupaten situbondo

Peduli Lalulintas, Warga Minta Median Jalan Dibongkar

  Dibaca : 126 kali
Peduli Lalulintas, Warga Minta Median Jalan Dibongkar
Demo bongkar median jalan (cw-1)
space ads post kiri

Forum Masyarakat Peduli Lalu Lintas (Formalitas) Kabupaten Situbondo, menggelar aksi unjuk rasa menuntut pemerintah Kabupaten setempat untuk membongkar median jalan raya Pantura Asembagus, Kamis (28/2). Karena sempit dan sering terjadi kecelakaan sehingga menyebabkan banyak jatuh korban jiwa.

Dalam aksi unjuk rasa itu, ratusan pendemo juga melakukan aksi “long march” di sepanjang jalan raya Pantura Kecamatan Asembagus, sembari membawa pamvlet yang bertuliskan menuntut pemerintah Kabupaten setempat segera membongkar pembatas jalan itu.

“Dalam satu minggu saja kecelakaan lalulintas di Asembagus sudah terjadi sebanyak tiga kali dan menyebabkan tiga pengendara sepeda motor meninggal dunia,” ujar Ketua Forum Masyarakat Peduli Lalu Lintas (Formalitas) Situbondo Agus Sodu di Situbondo.

Ia mengatakan pemerintah Kabupaten Situbondo, dinilai tidak merencanakan dengan matang dalam pembangunan median jalan di jalan raya Pantura di Kecamatan Asembagus. Sehingga jalan raya semakin sempit sehingga menyebabkan pengguna jalan sering mengalami kecelakaan.

Selain itu, kata dia, dalam satu bulan terahir telah terjadi 27 kasus kecelakaan lalu lintas di sepanjang jalan raya Pantura Asembagus.

Bahkan Kecamatan Asembagus yang berada di wilayah timur Kabupaten Situbondo, itu yang dijadikan kota penyangga justru saat ini semakin kotor dan arus lalulintas kerap macet.

“Oleh karena itu kami memberikan waktu kepada Pemkab dalam waktu satu minggu jika tidak dibongkar, seluruh masyarakat di Asembagus dan sekitarnya yang akan membongkarnya sendiri,” katanya menegaskan.

Sementara itu Kepala Unit Lalu Lintas Asembagus, Polres Situbondo, Ipda Pol Suratman mengatakan membenarkan seringnya terjadi kecelakaan setelah dibangunnya median jalan di jalan raya Asembagus.

Dan dia juga menyatakan jika di jalan raya Asembagus untuk sementara masih belum layak dibangun median jalan karena jalan kurang lebar.

“Dengan dibangunnya median jalan di Asembagus, ada sisi positif dan negatifnya. Positifnya penyebrang jalan sekarang sudah lancar dan tidak takut menyeberang jalan, sedangkan negatifnya ya kecelakaan ini sering terjadi,” katanya.

Dalam pantauan dilapangan, aksi unjuk rasa itu juga melakukan aksi teatrikal dengan membawa keranda mayat yang menujukkan bahwa dengan dibangunnya median jalan mengakibatkan banyak pengguna jalan yang meninggal dunia akibat kecelakaan lalulintas. (cw1/ej)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional