pariwisata kabupaten situbondo

DPRD Desak Dokter TM Dimutasi

  Dibaca : 383 kali
DPRD Desak Dokter TM Dimutasi
RSUD Abdoer Rahem
space ads post kiri

* Dugaan Pengusiran Pasien KIS di RSUD Situbondo

Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Situbondo, melakukan dialog dengan pimpinan serta staf Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdoer Rahem Situbondo, kemarin.

Namanya saja wakil rakyat, mereka mewakili warga di Kota Santri ini terpaksa memanggil pihak rumah sakit, sebagai tindak lanjut dugaan pengusiran terhadap pasien miskin, yang dilakukan oknum dokter spesialis berinisial TM.

  Hadir langsung dalam rapat hearing tersebut Direktur RSUD dr Abdoer Rahem, dr Tony Wahyudi. Pertemuan dengan Komisi IV yang berlangsung selama hampir 2 jam itu, juga membahas pelayanan rumah sakit secara global.

  Andi Handoko, anggota komisi IV DPRD usai hearing menegaskan, pihaknya serius menangani persoalan di rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo itu.

Komisi IV bahkan, meminta agar dokter yang dianggap telah mencoreng nama baik rumah sakit itu, segera dipindah. Alasannya, agar peristiwa pengusiran terhadap pasien yang lain tidak terjadi lagi.

  Selain itu, Andi juga meminta kepada pihak rumah sakit untuk merombak sistem serta menata kembali pola pelayanan yang lebih baik dan bermutu. Demi terbentuknya kembali keyakinan masyarakat, agar mau berobat ke rumah sakit itu.

  “Tidak sedikit masyarakat yang sudah tidak percaya lagi kepada pihak rumah sakit. Akibat ulah dari oknum yang sengaja ingin “merusak” citra rumah sakit itu sendiri. Sebab itu, kita meminta bagaimana membuat pelayanan kedepan lebih baik lagi,” katanya.

  Sementara itu, dikonfirmasi Direktur RSUD dr Abdoer Rahem, dr Toni Wahyudi membenarkan jika pihaknya bersama beberapa karyawan, telah memenuhi panggilan komisi IV DPRD.

Bahkan, pria yang kisaran 10 tahun memimpin rumah sakit plat merah ini, mengakui adanya usulan mutasi terhadap dokter yang diduga telah mengusir pasiennya.

  “Itu kan hanya usulan, ya kita tampung. Untuk dokter spesialis yang diduga telah mengusir, telah kami peringatkan untuk tidak mengulangi perbuatannya lagi,” jawab dr Tony Wahyudi, dengan nada enteng. (cw-1)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional