pariwisata kabupaten situbondo

Truk Penambang Pasir Hanyut

  Dibaca : 152 kali
Truk Penambang Pasir Hanyut
SAMLING : Petugas pelayanan Samling saat melakukan foto SIM kepada bapak Aulia Rahman yang tidak bisa hadir ke kantor Satpas SIM Polres Situbondo akibat kecelakaan
space ads post kiri

Penambang pasir di sungai Sampean, Desa Kotakan terpaksa bekerja lembur hingga dini hari kemarin (10/3). Penyebabnya, dump truk pengangkut pasir yang sudah diisi penuh, hanyut terbawa arus sungai.

Dump truk ini disopiri Pak Nono, 50, warga Desa Kukusan, Kecamatan Kendit. Sekitar pukul 16.00, truk masuk ke sungai untuk diisi pasir oleh sejumlah pekerja yang mayoritas merupakan warga warga Desa Kotakan.

Pengisian pasir ke atas truk menggunakan alat skrop dan cangkul. Cara kerja dengan alat manual tersebut setidaknya membutuhkan waktu yang cukup lama. Nah, sekitar pukul 17.00, dump truk sudah terisi penuh dan siap untuk dibawa pergi oleh sopir truk.

Siapa sangka, pada waktu Nono naik ke kursi sopir, air sungai yang sedianya kecil tiba-tiba membesar. Nono sempat menghidupkan mesin untuk menjalankan dump truk.

Sayang, air sungai terus membesar sehingga Nono memilih untuk keluar dari truk. Dia berenang ke pinggir sungai, sedangkan truk yang penuh pasir hanyut terbawa arus sungai.

Salah seorang kuli angkut pasir, Sumarjo menyebutkan, pada waktu air besar datang, dirinya dan sejumlah orang langsung berlari ke pinggir.

“Terakhir Pak Nono juga keluar dari truk. Setelah dia sampai ke pinggir kami lihat truk hanyut. Jadi kami hanya bisa lihat dari pinggir sampai air sungai kecil lagi,” katanya di lokasi kejadian.

Sumarjo menambahkan, pada waktu air sungai mulai mengecil langsung dimanfaatkan untuk mengikat truk. Itu dilakukan agar untuk menjaga kemungkinan datangnya air sungai yang lebih besar. “Tadi sekitar jam 20.00, truk sudah mulai ditarik,” imbuhnya.

Pengamatan sejumlah penambang pasir manual cukup sulit mengevakuasi truk tersebut. Sebab, kondisi moncong truk masih lebih banyak yang terendam air sungai. Bahkan, beberapa kuli angkut yang memasang tali harus bolak-balik ke pinggir karena air sungai dengan cepat membesar.

Hingga pukul 22.00, evakuasi dump truk masih belum selesai. Puluhan warga sekitar yang masih penasaran rela menunggu di pinggir sungai untuk menyaksikan evakuasi truk. Namun, evakuasi harus dihentikan sementara dan puluhan warga bubar sendiri-sendiri.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, dump truk tersebut baru berhasil dievakuasi sekitar pukul 03.00, kemarin (10/3). Sejumlah kuli angkut menariknya ke pinggir dan menegakkan posisi truk yang terguling.

Kasubag Humas Polres Situbondo, Ipda Nanang Priambodo membenarkan dump truk yang diterjang air sungai tersebut. Menurutnya, para penambang pasir tidak tahu jika di Kabupaten Bondowoso turun hujan dan membuat air sungai Sampean membesar.

“Kami himbau kepada warga untuk hati-hati. Jangan memaksakan pekerjaan sementara nyawa jadi taruhannya. Paling tidak lihat cuaca di selatan, kalau mendung sebaiknya tidak mengangkut pasir,” imbaunya. (dul)

KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional